Laman

28 Mei 2019

CARA MENGATASI RASA TAKUT DALAM TRADING FOREX - artikel 2


Seorang trader haruslah seorang yang hidup dengan dunianya sendiri.  Ketika banyak orang takut untuk memasuki dunia forex, seorang trader harus berani untuk mengambil keputusan untuk mulai. Itu hanya perasaan dan bayang-bayang saja, karena kenyataan berbeda sekali dari apa yang dibayangkan. Trading forex bukan sesuatu yang harus ditakuti.

Spielberger, psikolog ternama yang pernah mengatakan  bahwa ketakutan adalah state anxiety yaitu suatu keadaan/kondisi emosional sementara pada diri seseorang yang ditandai dengan perasaan tegang dan kekhawatiran yang dihayati secara sadar serta bersifat subjektif. Bisanya berhubungan dengan situasi-situasi lingkungan yang khusus, misalnya situasi ujian atau tes, dan dalam hal ini takut kehilangan dana trading forex. Saking takutnya, akhirnya tidak ada suatu pun yang dimulai. Hari ini saya melanjutkan tulisan (baca artikel 2) tentang rasa takut dalam trading forex dan cara mengatasinya.

5 ketakutan dalam trading forex :

3.    Takut ketinggalan

Ini hanya sebuah analogi sederhana. Seorang konsumen  telah lama mengamati sepasang sepatu kulit baru yang ramping, dan suatu hari ia  mendapati sepatu tersebut dijual tetapi hanya untuk waktu yang terbatas. Apa yang akan ia lakukan?

Saya yakin ia akan tergesa-gesa membeli sepatu kulit tersebut tanpa berpikir panjang.
Mengapa? Karena ia memiliki rasa takut kehilangan yang begitu besar maka ia segera menerkam peluang jangan sampai hilang.
Namun, ketika rasa takut ketinggalan ini diterapkan dalam trading forex, saat itulah segalanya menjadi jelek. Tindakan tersebut di atas tidak dapat diterapkan dalam trading forex. Rasa takut di atas dalam kejadian pembeli sepatu kulit yang sudah lama diamati itu disebabkan oleh suatu alasan yang lain dibandingkan trading forex.
Kita langsung saja ke soal forex, katakanlah seorang berencana untuk melakukan aksi buy pada suatu pasangan mata uang karena  telah terjadi support namun sayangnya, ia melewatkan aksi buy sekarang harga telah naik lebih tinggi tanpa Anda.
Kalau rasa takut ketinggalan ini diterapkan maka ia biasanya akan  melakukan aksi buy dengan harga yang jauh lebih tinggi yang mana mungkin pasar mulai berubah arah. Itulah sebabnya saya katakan hal ini jelek atau tidak baik untuk dilakukan.

Lalu, apa yang dapat dilakukan?

Jika Anda tahu pengaturan perdagangan Anda di depan, pending order (limit order-stop order)  untuk membawa Anda ke trading.
Tetapi bila karena beberapa alasan dan anda  melewatkan pengaturan trading Anda, biarkan saja. Tidak ada gunanya mengejar pasar lebih jauh dan melanggar aturan perdagangan Anda sendiri, hanya untuk menyesalinya nanti.

Catatan dan perlu diperhatikan baha Anda sebagai trader tidak dapat menangkap semua pergerakan di pasar. Bergantung pada pendekatan perdagangan Anda, Ada kondisi pasar akan menguntungkan Anda, tetapi sebaliknya ada yang tidak menguntungkan.
Misalnya. Trend folower diharapkan untuk menangkap tren di pasar. Dengan demikian, tidak masuk akal untuk memiliki rasa takut kehilangan posisi teratas dan terbawah di pasar.

4.    Takut  Rugi

Upaya menghindari kerugian mengacu pada kecenderungan orang untuk lebih suka menghindari kerugian daripada mendapatkan keuntungan. Studi oleh Amos Tversky dan Daniel Kahneman menunjukkan bahwa kerugian dua kali lebih kuat secara psikologis daripada keuntungan.

Ini berarti bahwa manusia takut kehilangan dan akan melakukan apa pun untuk menghindari kerugian. Namun, dengan menghindari kerugian itu mengarah pada keputusan yang merugikan perdagangan Anda.

Kegagalan untuk memotong kerugian - Ketika Anda takut untuk mengambil kerugian, Anda ragu untuk memotong trading Anda karena Anda lebih suka kehilangan kertas daripada kerugian yang direalisasikan. Dan ini pada akhirnya membuat  akun perdagangan Anda lenyap.
Ragu untuk menarik pelatuk - Ketika rasa takut kehilangan di luar kendali, Anda ragu dalam mengeksekusi perdagangan Anda ketika saatnya tiba. Rasa takut itu selalu ada di belakang kepala Anda menyebabkan Anda membeku dan tidak dapat berbuat apa-apa. Hal ini pada akhirnya menyebabkan Anda ketinggalan melakukan trading yang  menguntungkan (profitable) yang bisa menebus kerugian.

Lalu,  bagaimana Anda menangani rasa takut kehilangan?
  1. Lakukan trading atau OP sesuaikan  dengan dana yang Anda mampu untuk kehilangan (bukan uang yang diperlukan untuk membayar tagihan)
  2. Risiko tidak lebih dari 1% pada setiap perdagangan (Anda dapat kehilangan 10 kali berturut-turut dan penarikan masih dapat dikelola)
  3. Pahamilah  bahwa perdagangan berurusan dengan probabilitas tidak pernah ada kepastian (hanya kematian dan pajak yang pasti)



If you can’t take a small loss, sooner or later you will take the mother of all losses – Ed Seykota  


Happy trading. Deo Gratia

Pengelola:






Drs. Stefan Sikone, MM., Penulis, Praktisi Trading Forex dan Bisnis Online sejak tahun 2007., kini mengajar Prakarya dan Kewirausahaan di SMA Negeri 1 Tengaran - Kabupaten Semarang-Jawa Tengah.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar